31 Kewajiban orangtua kepada anak

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Kalibaru, YKAI.Net – Kewajiban memberikan Air Susu Ibu kepada anak, bukan hanya perintah dari pemerintah dan atau anjuran para bidan, melainkan merupakan perintah langsung Allah Swt, sebagaimana dimuat dalam Al-Quran, Sura Al-Baqarah ayat (233).

Hal ini disampaikan oleh Drs. Hamid Patilima, MSi.P, Kepala Divisi Pengembangan Sumberdaya Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia, pada Seminar Bina Orangtua, Cilincing (26/7), kerjasama antara YKAI bersama Johnson&Johnson.  Sura Al-Baqarah ayat (233) menegaskan bahwa “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.

Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warisanpun berkewajiban demikian.

Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut.

Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”Menurut Hamid, para bidan yang menganjurkan kepada ibu-ibu untuk menyusui selama 24 bulan, dengan rincian 6 bulan pertama pemberian ASI Ekslusif, dan dilanjutkan pemberian ASI dan Makanan Pendamping ASI sampai 24 bulan atau 2 tahun lamanya, bukan karangan para bidan.

Begitu juga anjuran untuk memberikan nama kepada bayi, mengurus Akta Lahir, dan siapa yang berkewajiban utama dalam pengasuhan, itu semuanya telah diatur dan ditetapkan Allah melalui Al-Quran. Untuk itulah, jika ibu-ibu ingin cerdas dan pandai dalam pengasuhan anak kesayangan ibu, maka jadikalah Al-Quran sebagai bahan bacaan utama. Karena disanalah terdapat jawaban lengkap setiap pertanyaan ibu-ibu mengenai pengasuhan anak, tegas Hamid.

Perintah Al-Quran kepada orangtua untuk memenuhi 31 kewajiban kepada anak, sejalan dengan apa yang diatur dalam Konvensi Hak Anak, Konstitusi Negara Repulik Indonesia, dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Akan tetapi, berdasarkan fakta di lapangan, semua aturan ini belum terdesiminasi dengan utuh di Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

Untuk itu, menurut Hamid, “Sudah saatnya para pengurus masjid yang ada di Kelurahan Kalibaru, memfungsikan masjid bukan hanya sebagai tempat salat, melainkan mengembalikan fungsi masjid seperti pada jaman Nabi Muhammad Saw., antara lain sebagai pusat bina orangtua, pelayanan pelayanan kesehatan dan gizi bayi.” Para ustat, bidan, kader Posyandu, perlu bahu membahu dalam memberikan bimbingan dan dampingan kepada orangtua.

Usulan untuk melibatkan ustat dan pengelola masjid dalam kegiatan bina orangtua dan posyandu yang dilakukan oleh bidan, kader, dan petugas kesehatan bertujuan supaya orangtua, khususnya yang mempunyai bayi dan balita semakin yakin dan percaya, serta ikhlas dalam memenuhi kewajiban orangtua kepada anak.

Karena, upaya-upaya yang dilakukan oleh para bidan dan kader kepada bayi dan balita mereka, bukan hanya perintah dari pemerintah melainkan juga perintah Allah SWT, yang ditegaskan dalam Al-Quran”, tambah Hamid.

Revitalisasi Posyandu

Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia bekerjasama dengan Johnson&Johnson melakukan program “Revitalisasi Posyandu” di RW 07 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara didasarkan pada tingginya angka bayi dan balita bergizi buruk.

Pada awal kegiatan tahun 2007, dari 1200 bayi dan balita, sekitar 40 persennya berstatus gizi buruk. Untuk mengatasinya, menurut Susan Siregar, Koordinator Program Revitalisasi Posyandu-YKAI, dilakukan berbagai program yang secara terstruktur dan sistematis, antara lain pemberian makanan tambahan, pengukuran dan penimbangan, pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat secara gratis, pendampingan dan pemeriksaan ibu hamil, serta bimbingan orangtua.

Sedangkan untuk meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan, para kader mendapatkan pelatihan dan dampingan dari Puskesmas Kalibaru dan YKAI.