Taman Posyandu

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Sinergisitas Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Status Gizi Balita melalui Revitalisasi Posyandu dan Penyelenggaraan Taman Posyandu.

Jakarta, 07 Agustus 2009

Jakarta-ykai.net, Sejak tahun 2007, Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) didukung oleh PT Johnson&Johnson Indonesia melakukan Program Revitalisasi Posyandu sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Status Gizi Balita di Wilayah RW 07 Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Program ini menjangkau sekitar 1.100 balita dan 450 ibu yang memiliki balita.

Sub program yang dilakukan meliputi peningkatan status gizi dan kualitas kesehatan balita melalui pemeriksaaan kesehatan gratis, pemberian makanan tambahan, dan pelaksanaan pos gizi ditengah-tengah masyarakat. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman orangtua / ibu dilakukan melalui pelaksanaan seminar parenting  dan pelatihan-pelatihan keterampilan hidup. Selain itu, penyediaan sarana dan prasana serta peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader posyandu dan kader pos gizi dilakukan sebagai upaya peningkatan kapasitas layanan posyandu. (27/07) 

Kegiatan selama 2 tahun ini memberikan hasil yang cukup signifikan, dimana terjadi peningkatan kualitas kesehatan dan status gizi balita, serta berkurangnya tingkat kelahiran balita di wilayah padat penduduk tersebut. Selain itu, kebersihan diri anak dan juga lingkungan jauh lebih baik dibanding sebelum adanya program ini. Kemandirian masyarakat mulai terlihat dengan kemampuan untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu dan pos gizi, kendati program sudah hampir selesai.  

Menyikapi perkembangan kemandirian dan kerjasama yang kuat diantara pengurus wilayah RW 07 (pengurus RW, pengurus RT, para kader posyandu, dan pos gizi), YKAI melihat jalur pendidikan anak usia dini juga menjadi penting dalam peningkatan kualitas balita dan pengetahuan orangtua mengenai pola pengasuhan yang baik bagi anak. Untuk itu, pendirian Taman Posyandu di dua lokasi menjadi langkah awal yang dilakukan oleh para kader posyandu dan anggota masyarakat lainnya yang kompeten dalam menjalankan Taman Posyandu ini. Taman Posyandu ini akan menjalankan strategi pendidikan kepada anak usia 3-6 tahun melalui kegiatan bermain yang mengembangkan kemandirian dan pengetahuan anak.  Untuk orangtua akan diberikan layanan konsultasi dan penyuluhan seputar perkembangan dan pengasuhan anak.  

Sehubungan dengan hal di atas, persiapan yang dilakukan oleh YKAI adalah mengadakan pelatihan kepada para kader Taman Posyandu yang berlangsung sejak tanggal 25-28 Juli 2009 di Kantor RW 07. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para kader Taman Posyandu tentang pentingnya pendidikan anak usia dini dan bagaimana penyelenggaraan Taman Posyandu yang ramah anak.  Adapun materi dalam pelatihan ini, antara lain: 

1.   Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang Hak-Hak Anak berdasarkan KHA dan UUPA.

2.   Sosialisasi pentingnya PAUD.

3.   Memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai metode mengajar yang efektif bagi anak usia dini.

4.   Mengembangkan kreativitas para calon tutor / kader Taman Posyandu dalam pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE).

5.   Memperkenalkan sistem sentra.

6.   Memampukan calon tutor agar terampil mendapingi anak usia dini.

7.   Memampukan kader untuk memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai perkembangan anak usia dinidan bagaimana menstimulannya. 

Dengan pelatihan ini, diharapkan para kader Taman Posyandu dan dibantu oleh para kader Posyandu mampu memberikan pelayanan yang efektif kepada sekitar 150 anak usia 3-6 tahun yang berada di 2 Taman Posyandu di wilayah RW 07. Taman Posyandu ini akan menjangkau balita yang berada dalam keluarga dengan status sosial ekonomi menengah ke bawah. Pengelolaannya Taman Posyandu ini juga akan dilakukan sepenuhnya oleh masyarakat di RW 07.  

Pendidikan, menjadi sarana pemberdayaan masyarakat yang perlu dilakukan sejak usia dini. Jika sejak usia dini seseorang sudah memahami dengan baik pola hidup yang sehat dan kemandirian yang bisa dicapainya, maka pencapaian kualitas anak yang sehat dan kreatif juga akan sangat berarti dalam mengentas munculnya kasus balita dengan kualitas kesehatan dan status gizi yang rendah. Pesan terakhir bagi para kader Taman Posyandu dan kader Posyandu adalah : “Berikan yang Terbaik bagi Anak Indonesia.” (susan siregar)