Artikel

 

Saya yang Bertanggung Jawab

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

oleh: Hamid Patilima 

“Saya yang bertanggung jawab.” Kalimat ini tidak pernah terucap dan terdengar dari seorang pejabat di Indonesia. Mengapa? Sejak kecil anak-anak tidak pernah atau jarang terbiasa mendengarkan ucapan “Saya yang bertanggung jawab” atas kelalaian ini, baik itu dari orang tuanya maupun teman sebayanya. Sehingga jangan heran banyak pejabat, maupun orang tua, tidak terbiasa jujur dan secara lantang mengucapkan kata bertanggung jawab di depan publik, pada saat mereka  lalai dalam menjalankan peran dan tugasnya sebagai “Pejabat” maupun sebagai orang tua.

Selanjutnya: Saya yang Bertanggung Jawab

 

Rute Aman Selamat Ke Sekolah

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

 

Oleh: Hamid Patilima 

Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan sepuluh alasan, mengapa pencegahan kematian di jalan sangat penting? Karena, hampir 1,3 juta orang meninggal di jalan-jalan di dunia setiap tahun. Hingga 50 juta orang terluka dan sebagian besar cacat tetap seumur hidup. Sembilan puluh (90) persen korban yang meninggal di jalan terjadi di negara berkembang. Kematian di jalan diperkirakan meningkat setiap tahunnya menjadi 1,9 juta orang pada tahun 2020.

Selanjutnya: Rute Aman Selamat Ke Sekolah

 

Menuju Pulau Impian

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

 

oleh: Lily I. Rilantono

Tuntutan Masa Depan

“Masa depan” adalah ibarat perjalanan menuju pulau impian. Untuk mencapainya upaya kita harus terarah seperti kita menatap cakrawala. Sekretaris Jenderal PBB (1953-1961) Dag Hammarskjöld pernah mengingatkan, “He who keeps his eye fixed on the far horizon will find his right road. (Dia yang menatap cakrawala di kejauhan adalah yang akan menemukan jalan kebenaran.)”

Selanjutnya: Menuju Pulau Impian

   

Modal Potensi dan Kekayaan Bangsa

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

 

Lily I. Rilantono

Bila kita berbicara tentang upaya pembangunan sumber daya insani (SDI) Indonesia, kita tentunya perlu mengetahui potensi dan kekayaan bangsa sebagai modal untuk mencapai keberhasilan. 

Selanjutnya: Modal Potensi dan Kekayaan Bangsa

 

Perjalanan Panjang Mensejahterakan Anak Indonesia

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

 

oleh: Ny. A. Sulasikin Murpratomo

Anggota Pendiri YKAI dan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita (1988-1993)

Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) sebagai suatu organisasi masyarakat sipil Indonesia telah berusia 30 tahun. Sebagai salah seorang pendiri, saya masih ingat betul bahwa yang memprakarsai terbentuknya YKAI adalah Ibu Lily I. Rilantono. 

Selanjutnya: Perjalanan Panjang Mensejahterakan Anak Indonesia

   

Halaman 1 dari 12