Artikel

 

Buku II Agenda Pembangunan Bidang RPJMN 2015-2019 Bidang Perlindungan Anak

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Bidang Perlindungan Anak tertuang dalam Bab 2 Pembangunan Sosial Budaya dan Kehidupan Beragama.

Permasalahan dan Isu Strategis

Ada tiga isu strategis di Bidang Perlindungan Anak yang mendapatkan perhatian pemerintah yang tertuang dalam Buku 2 RPJMN 2015-2019. Pertama adalah Peningkatan Kualitas Hidup dan Tumbuh Kembang Anak yang Optimal - UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. 

Selanjutnya: Buku II Agenda Pembangunan Bidang RPJMN 2015-2019 Bidang Perlindungan Anak

 

Buku I Agenda Pembangunan Nasional RPJMN 2015-2019 Bidang Perlindungan Anak

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019 pada 8 Januari 2015. Bidang Perlindungan Anak tertuang dalam Bab 6 Agenda Pembangunan Nasional dengan Sub-Bab 6.4 Memperkuat Kehadiran Negara dalam Melakukan Reformasi Sistem dan Penegakan Hukum yang Bebas dan Sub-Sub Bab 6.4.6 Melindungi Anak, Perempuan, dan Kelompok Marjinal, sebagai berikut:

Selanjutnya: Buku I Agenda Pembangunan Nasional RPJMN 2015-2019 Bidang Perlindungan Anak

 

Komite Hak Anak PBB Mendengarkan Laporan Indonesia mengenai Pelaksanaan Konvensi Hak Anak Periode Ketiga dan Keempat

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Indonesia melaporkan pelaksanaan Konvensi Hak Anak periode ketiga dan keempat ke Komite Hak Anak di Jenewa, Swiss, 5 Juni 2014. Situasi penyampaian laporan dan tanya jawab dilaporkan melalui laman Office of the High Commissioner for Human Rights (6/6).

Linda Gumelar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai pemimpin delegasi melaporkan bahwa Indonesia memiliki populasi terbesar keempat di dunia, sekitar sepertiganya adalah anak-anak. 

Selanjutnya: Komite Hak Anak PBB Mendengarkan Laporan Indonesia mengenai Pelaksanaan Konvensi Hak Anak Periode Ketiga dan Keempat

   

Saya yang Bertanggung Jawab

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

oleh: Hamid Patilima 

“Saya yang bertanggung jawab.” Kalimat ini tidak pernah terucap dan terdengar dari seorang pejabat di Indonesia. Mengapa? Sejak kecil anak-anak tidak pernah atau jarang terbiasa mendengarkan ucapan “Saya yang bertanggung jawab” atas kelalaian ini, baik itu dari orang tuanya maupun teman sebayanya. Sehingga jangan heran banyak pejabat, maupun orang tua, tidak terbiasa jujur dan secara lantang mengucapkan kata bertanggung jawab di depan publik, pada saat mereka  lalai dalam menjalankan peran dan tugasnya sebagai “Pejabat” maupun sebagai orang tua.

Selanjutnya: Saya yang Bertanggung Jawab

 

Rute Aman Selamat Ke Sekolah

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

 

Oleh: Hamid Patilima 

Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan sepuluh alasan, mengapa pencegahan kematian di jalan sangat penting? Karena, hampir 1,3 juta orang meninggal di jalan-jalan di dunia setiap tahun. Hingga 50 juta orang terluka dan sebagian besar cacat tetap seumur hidup. Sembilan puluh (90) persen korban yang meninggal di jalan terjadi di negara berkembang. Kematian di jalan diperkirakan meningkat setiap tahunnya menjadi 1,9 juta orang pada tahun 2020.

Selanjutnya: Rute Aman Selamat Ke Sekolah

   

Halaman 1 dari 13