Profil Pencegahan Perdagangan Anak

Profil Pencegahan Perdagangan Anak

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

untuk Tujuan Eksploitasi Seksualdi Kabupaten Indramayu  

Program Pencegahan Trafiking Anak di Kabupaten Indramayu merupakan upaya untuk meningkatkan partisipasi pendidikan anak-anak, meningkatkan sistem dan kualitas pendidikan, serta menyadarkan masyarakat untuk menanggulangi masalah trafiking anak yang mengaki­batkan anak-anak mengalami ekspolitasi seksual atau bekerja terlalu dini.

Program ini meru­pa­kan kerjasama YKAI dan ILO dengan dukungan Pemerintah Kabu­pat­en Indramayu. Lokasi prog­ram di Kecamatan Cikedung dengan sasaran utama di Desa Amis dan Desa Jambak serta di Kecamatan Gabus Wetan dengan sasaran utama di Desa Gabus Kulon dan Babakan Jaya. Pro­gram telah berlangsung sejak bulan Maret 2004 dan berakhir pada bulan Februari 2005. Lalu kemudian program dilanjutkan oleh ICMC hingga akhir 2006 dan hanya menjangkau satu kecamatan saja, yakni Kec. Cikedung.Sebagai langkah kelanjutan program, maka pertengahan tahun 2006 YKAI Cabang Indramayu dibentuk. langkah ini membuat kegiatan pencegahan perdagangan anak untuk tujuan eksploitasi seksual berlangsung hingga sekarang ini.  

A.     SANGGAR

Sanggar merupakan tempat belajar dan pusat kegiatan anak-anak dan warga ma­sya­rakat dalam program ini. Kegiatan-kegiatan program direncanakan dan sebagian di­la­ku­kan di Sanggar. Sanggar ada dua, yaitu: 1.      Sanggar Teratai di Kec. Cikedung, yang terletak di Desa Amis yang menjangkau pula De­sa Jambak. Sanggar Teratai diresmikan pada tanggal 28 April 2004 oleh YKAI bersama-sama Pimpinan Instansi di Kecamatan, Kepala Desa, tokoh, dan warga masyarakat. Sanggar Teratai dikelola oleh 3 orang pekerja sosial.

Alamat Sanggar adalah depan Kan­tor Desa Amis Kec. Cikedung. 2.      Sanggar Kancil di Kec. Gabus Wetan, yang terletak di Desa Gabus Kulon yang men­jangkau pula Desa Babakan Jaya. Sanggar Kancil diresmikan pada tanggal 28 April 2004 oleh YKAI bersama-sama Camat, Pimpinan Instansi di Kecamatan Ke­pala Desa, tokoh, dan warga masyarakat. Sanggar ini juga dikelola oleh 3 orang pe­kerja sosial. Alamat Sanggar adalah Blok Kagok Desa Gabus Kulon Kec. Gabus We­tan. Karena alasan anggaran maka sejak tahun 2006, Sanggar Kancil tidak beroperasi lagi.   

B.     CATCH-UP EDUCATION (Retrieval)

Catch-Up Educat­ion (CE) adalah kegiatan persiapan masuk kembali sekolah bagi anak-anak yang telah putus sekolah maupun mereka yang rawan putus sekolah, baik di SD maupun SLTP. Kegiatan ini ditujukan agar mereka termotivasi bersekolah kembali atau mem­pertahankan sekolah, memperoleh pelajaran-pelajaran untuk mengingatkan mereka, dan mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap sekolah. 

Kegiatan ini diadakan di Kec. Cikedung (di Desa Amis dan Desa Jambak) serta Kec. Gabus Wetan (di Desa Babakan Jaya dan Desa Gabus Kulon). Jumlah Peserta CE adalah 134 anak perempuan, yaitu 90 anak di Cikedung dan 44 anak di Gabus Wetan. Peserta terbagi menjadi 96 anak setingkat SD dan 38 setingkat SLTP.

Para pengajar CE adalah guru-guru SD dan SLTP setempat.

Kegiatan ini ber­lang­sung dalam dua bulan, sebanyak 24 sesi.  Pelajaran yang diberikan berupa pem­be­­ri­an motivasi, mate­ma­tika, bahasa Indo­ne­sia, IPS, IPA, Bahasa Inggris/PPKN, dan Agama.

Saat ini kegiatan cath-up education tetap diselenggarakan sekalipun dengan keterbatasan dana. Sebab angka putus sekolah di Kec. Cikedung khususnya di desa Amis masih terbilang tinggi. Untuk itu maka kegiatan ini tetap dipertahankan.  

C.     BANTUAN PENDIDIKAN 

Pemberian Bantuan Pendidikan merupakan kelanjutan dari kegiatan CE. Peserta CE  meneri­ma bea­siswa untuk merangsang mereka kembali bersekolah atau tetap bersekolah bagi yang rawan pu­tus sekolah. Jumlah beasiswa sebanyak 150 anak perempuan senilai Rp. 22.250.000,- untuk satu tahun pertama (Rp. 150.000,-/anak/tahun).

Peneri­ma beasiswa tersebut terdiri dari 1 anak SD, 98 anak SLTP, 35 anak peserta SMP Terbuka, 5 anak peserta Kejar Paket B 5, dan 11 anak SLTA. Beasiswa ini merupakan sumbangan PT Indo­food Suk­ses Makmur (100 anak) dan PT Freeport Indonesia (50 anak).

Bea­sis­wa telah diserahkan mulai tanggal 21 Juli ke­pada 75 anak di Kec. Cikedung dan 75 anak di Kec. Gabus Wetan. Selain itu, Bank Niaga juga memberikan beasiswa sebanyak 50 orang untuk menambah jumlah di atas. Setiap penerima beasiswa memiliki buku tabungan yang dikelola Sanggar untuk kontrol peng­gu­na­an beasiswa. Pekerja sosial membantu para penerima beasiswa dan anak-anak lain dengan ca­ra bimbingan belajar dan tutorial.

D.    PERPUSTAKAAN KELILING  

Perpustakaan Keliling YKAI menyediakan buku-buku pelajaran dan bacaan untuk anak-anak usia SD dan SLTP. Layanan Perpustakaan Keliling dilaksanakan pada hari Senin s.d. Kamis pada jam sekolah. Lokasi jangkauannya adalah Desa Amis dan Desa Jambak di Kec. Cikedung serta Desa Gabus Kulon dan Babakan Jaya di Kec. Gabus Wetan.

Sejak dimulai tanggal 23 Ma­ret 2004, sampai saat ini telah menjangkau 14 SD serta di­kunjungi secara ru­tin oleh 2.721 anak, terdiri dari 1.390 anak laki-laki dan 1.331 anak pe­­rempuan. Kepala Se­kolah dan guru-guru menerima kehadiran layanan Perpus­ta­ka­an Keliling ini.

Di beberapa se­ko­lah, murid kelas 5 dan 6 ditugaskan untuk membuat sinopsis buku-buku yang dibacanya. Perpustakaan Keliling ini didukung oleh ILO dan Bank Niaga dalam hal ope­ra­sional dan pe­nyediaan buku-bukunya.  

E.       PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Perpustakaan Sekolah merupakan sumbangan dari Mc. Donald senilai sebelas juta rupiah per sekolah. Sumbangan berisi buku-buku 367 judul terdiri dari buku bacaan dan buku pe­la­jaran, 1 meja baca besar, kursi 10 buah, lemari buku 3 buah, kipas angin, dan jam dinding, serta biaya operasional.

Sekolah yang menerima­nya adalah SDN Ba­bak­an Jaya II Kec. Gabus Wetan dan SDN Krapyak Kec. Cikedung. Bantuan per­pus­ta­ka­an sekolah ini diberikan pada Bulan Juni 2004. Pihak sekolah me­nyediakan ruangan untuk perpustakaan sekolah ini.

F.       RADIO KOMUNITAS  

Radio Komunitas didirikan di Sanggar Teratai Cikedung maupun di Sanggar Kan­cil Gabus Wetan. Tujuan pendirian radio ini adalah untuk media penyebarluasan infor­masi mengenai program-program yang menyangkut pendidikan untuk penya­dar­an ma­sya­rakat. Isi acara adalah 60% pendidikan dan 40% hiburan.

Radio mengudara mulai jam 07.00 sampai tengah malam. Radio Komunitas ini dikelola oleh Sanggar dengan pa­ra penyiarnya adalah warga se­tem­pat dan anak-anak binaan. Instansi pemerintah dan masyarakat menggunakan radio sebagai media penyuluhan dan penyampaian informasi secara cuma-cuma. 

Radio Komuni­tas di Cikedung berdiri se­jak Juni 2004 dan ber­na­ma Teratai. Pesa­wat radio berkapasitas 100 watt, berada di posisi 90 FM, dan ber­da­ya jangkau sampai 15 km. Di Ga­bus Wetan, Ra­dio Komunitas bernama Kancil berada pada posisi 99,19 FM, berkapasitas 60 watt, dan men­jangkau sekitar 10 Km.

G.      KUNJUNGAN MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN RI 

Dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2004 Menteri Pemberdayaan Pe­rem­puan RI dan Anggota Komisi VII DPR RI berkunjung ke Indramayu. Acara per­tama adalah acara pun­cak HAN di Pendopo, dimana salah satu acaranya adalah pe­nyerahan beasiswa, per­pus­takaan ke­li­ling, dan perpustakaan sekolah secara simbolis oleh Menteri, Direktur Eksekutif YKAI, wakil dari Mc. Donald, dan wakil dari Bank Nia­ga kepada anak penerima beasiswa dan Bapak Wakil Bupati.

Acara kedua adalah kun­jungan Menteri, Anggota Komisi VII DPR RI, dan perwakilan ILO berserta rom­bongan ke Sanggar Teratai di Desa Amis Kec. Cikedung. Kegiatan yang dilakukan adalah nasehat Ibu Menteri, Bapak Wakil Bupati, dan Anggota Komisi VII DPR RI me­ngenai Saya bangga Menjadi Anak Indramayu, kelanjutan pendidikan, cita-cita, dan meng­hindari kawin muda. Selain itu dilakukan pula peresmian radio komunitas, pe­nu­lis­an pesan Ibu Menteri di kanvas, penyerahan hadiah pada juara mengarang dalam rang­ka HAN, dan melihat hasil lukisan anak-anak.   

H.      VOCATIONAL TRAINING 

Kegiatan Vocational Training dilakukan bekerjasama dengan International Garment Train­­ing Center (IGTC). IGTC akan memberikan beasiswa untuk 30 peserta, sedangkan YKAI dan ILO 25 anak. Pada tanggal 11 – 12 Oktober telah ditest secara langsung oleh IGTC sebanyak 98 peserta diatas 16 tahun di Gabus Wetan (52) dan Cikedung (46). Vocational Training sendiri akan berlangsung mulai 7 Pebruari 2005 sampai enam bulan kemudian.

Pe­ser­ta menginap. Selain kursus, peserta akan memperoleh magang selama sebulan. IGTC membantu penempatan kerja bagi para peserta. Rata-rata jumlah lulusan IGTC yang mem­per­oleh pekerjaan adalah 80%. Biaya kursus per-peserta mencapai Rp. 2.646.000,- yang dialokasikan untuk biaya kursus, asrama, dan makanan. 

Selain kursus di IGTC, para pekerja juga sedang menyiapkan kursus di masing-masing Sangggar, seperti handycraft, menjahit, pembuatan kue, bahasa Inggris, komputer, dan sandiwara. Pelatihan yang sudah dilaksanakan adalah pelatihan radio, yang diikuti oleh 10 orang dewasa dan 14 anak yang menjadi penyiar (13 laki-laki dan 11 perempuan).  

I.      PEMBUATAN MODUL LATIHAN UNTUK GURU 

Sebagai upaya pencegahan trafiking dilakukan pelatihan guru SD dan SLTP untuk me­ning­katkan sen­si­vitas dan responsivitas mereka terhadap masalah trafiking dengan mening­katkan ke­mam­puannya dalam melaksanakan tugas-tugas mendidik dan mengajar. Jumlah guru yang akan dilatih adalah 40 guru SLTP dan 60 guru SD dari Gabus Wetan dan Ci­ke­dung. Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kab. Indramayu.

Untuk dapat me­lak­sanakan pe­la­tihan tersebut, sedang disusun modul latihan. Sebagai upaya pembelajaran dalam penanganan masalah trafiking, penyusun modul latihan adalah para pengawas SD dan SLTP di Indramayu (8 orang).

Dalam penyusunan modul dilakukan dua lokakarya yang melibatkan semua stakeholders terkmait sebagai arena pembelajaran dan mempreoleh ma­sukan.

Modul-modul tersebut adalah:

1.      Modul 1 Perdagangan anak.

2.      Modul 2 Putus sekolah dan rawan putus sekolah

3.      Modul 3 Pembelajaran kontekstual

4.      Modul 4 Manajemen Kelas

5.      Modul 5 Hubungan guru dan murid  

J.      PELATIHAN GURU

Sebagai upaya pencegahan trafiking dilakukan pelatihan guru SD dan SLTP untuk me­ning­katkan sen­si­vitas dan responsivitas mereka terhadap masalah trafiking dengan mening­katkan ke­mam­puannya dalam melaksanakan tugas-tugas mendidik dan mengajar. Jumlah guru yang akan dilatih adalah 40 guru SLTP dan 60 guru SD dari Gabus Wetan dan Ci­ke­dung. Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kab. Indramayu.     

K.     WIRAUSAHA SAPI

Selain melaksanakan kegiatan pendidikan, YKAI juga melaksanakan kegiatan wirausaha. Untuk kali ini yang dipilih adalah beternak sapi. Awalnya YKAI hanya membeli 4 ekor sapi saja. Tetapi kini telah berkembangbiak sebanyak 9 ekor. Sapi-sapi ini merupakan asset YKAI Cab. Indramayu yang jika dijual hasilnya diperuntukkan untuk anak-anak di Indramayu.     

L.     SMP TERBUKA

SMP Terbuka yang di kelola oleh YKAI Indramayu, bermula pada tahun 2004, dimana anak-anak di lingkungan YKAI Indramayu kesulitan untuk mengakses sekolah setingkat SMP, kalaupun ada hanya berada di Ibukota kecamatan dengan jarak tempuh sekitar 30 menit pake kendaraan sepeda. Kecamatan Cikedung sendiri hanya memiliki 2 SMP swasta yaitu SMP Trisila dan SMP NU. Jadi kalau mau melanjutkan ke sekolah Negeri maka harus menempuh jarak yang lebih jauh lagi.

SMP Terbuka dilaksanakan atas dukungan SMPN 1 Terisi, yaitu sekolah induk yang ada di tetangga kecamatan Cikedung. Sampai saat ini SMP Terbuka ini telah meluluskan 2 angkatan :

·         Angkatan pertama sebanyak 16 anak yang lulus, dan yang melanjutkan 9 anak terdiri dari 7 anak ke SMK Cikedung dan 2 anak ke MAK Cikedung.

·         Angkatan kedua sebanyak 6 anakyang lulus, dan yang melanjutkan 3 anak terdiri dari 2 anak ke SMK Cikedung dan 1 anak ke MAK Cikedung. Untuk angkatan 2008/2009 sebanyak :

·         Kelas VII sebanyak 5 anak

·         Kelas VIII sebanyak 6 anak

·         Kelas IX sebanyak 7 anak  Berdasarkan keterangan dari kepala sekolah SMPN 1 Terisi Drs. H.Abdul Manaf, anak-anak yang sekolah di SMP Terbuka sangat jarang untuk melanjutkan ke tingkat atas, sudah mau mengikuti ujian aja udah bagus, hal ini dikatakan tatkala anak-anak dari SMP Terbuka di YKAI Indramayu banyak yang melanjutkan ke tingkat atas baik di SMK Maupun di MAK.

Kegiatan_kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak SMP Terbuka :

·         Belajar mata pelajaran yang sesuai dengan kurikulum SMP Terbuka dengan jadwal senin sampai sabtu dari jam 14.00 – 16.00 yang di kelola oleh 3 orang guru pamong yaitu Akhmad Yani, Marisah dan ibnu rohim

·         Latihan computer, anak-anak SMP Terbuka wajib mengikuti latihan computer yang di selenggarakan oleh YKAI Indramayu dengan jadwal setiap hari sabtu jam 14.00-16.00

·         Radio komunitas, untuk mengisi waktu luang yang panjang anak-anak SMP Terbuka di beri kegiatan untuk jadi pengelola Radio Komunitas yang di miliki oleh YKAI Indramayu.

·         Keterampilan, anak-anak diajarkan keterampilan kerajinan tangan seperti, membuat tas, miniatur rumah dan memanfaatkan bahan-abahan bekas di jadikan kerajinan.

·         Membuat puisi, pantun dan curhat, radio diary dan video diary 

M.   PAUD SAHABAT

Kelompok Bermain Paud Sahabat YKAI Indramayu, mulai berjalan tahun ajaran 2007 / 2008 atas inisiatif dari YKAI Jakarta dengan pertimbangan bahwa dilokasi YKAI Indramayu terutama di Desa Amis Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu anak usia dini tidak tertampung oleh TK Bina Insani yang ada di Desa Amis sehingga program Kelompok Bermain yang di jalankan YKAI Indramayu tidak berbenturan dengan TK yang ada tersebut dan juga diharapkan anak-anak yang belajar di Kelompok Bermain PAUD Sahabat bisa melanjutkan ke TK yang ada di Desa Amis tersebut, kalaupun tidak melanjutkan ke TK minimal anak tersebut mendapatkan pendidikan di usia dini, sehingga diharapkan anak-anak tersebut sudah siap memasuki sekolah dasar.  

N.    VIDEO DIARY

Kegiatan Video Diary berawal dari Yayasan Kampung Halaman Yogyakarta bekerjasama dengan YKAI Indramayu membuat Video Diary bagi anak-anak di Desa Amis. Sebanyak 8 anak perempuan dan menghasilkan 2 video diary yaitu dengan judul 17 tahun keatas dan gaul yu.

Dari kegiatan ini mendapat penghargaan dari kawanusa Award pada tahun 2007 untuk dua katagori video diary tersebut, disamping itujuga Elinah salah satu anak yang tergabung di Video diary diikutsertakan mengikuti workshop di korea selatan pada bulan juli 2008 yang di pasilitasi oleh Yayasan Kampung Halaman, selain itu juga wiwin mendapatkan piagam penghargaan dari gubernur jawa barat sebagai Duta anak dari Kabupaten Indramayu yang aktif mensosialisasikan hak anak melalui Video Diary “Aku dan Indramayu” dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Profinsi Jawa Barat tahun 2008.  

O.    KURSUS KOMPUTER

Kegiatan kursus komputer dilaksanakan atas dasar untuk memperkenalkan anak-anak terhadap dunia TIK. Karena komputernya hanya ada satu maka anak-anak saling berbeutan untuk mencoba dan belajar. Atas dasar itulah YKAI Cab. Indramayu berinisiasi untuk mencari donatur yang ingin menghibahkan computer lamanya untuk dipergunakan oleh anak-anak di Indramayu. Alhasil, Ibu Etty (YKAI Jakarta), yang juga ikut memfasilitasi pencarian computer bekas, berhasil memperoleh 6 unit PC lengkap (second) plus printer dotmatriks dari perusahaan kakaknya. Sekarang anak-anak tidak lagi berebutan, mereka kini dapat belajar kursus komputer dengan nyaman sesuai jadwal yang telah ditetapkan.