Laporan ECPAT Indonesia 2012

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

 

Koalisi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (KONAS PESKA) yang telah resmi ditingkatkan statusnya dari koalisi nasional kelompok afiliasi ECPAT menjadi ECPAT Indonesia pada Maret 2012, menjadi satu-satunya wakil dari ECPAT Internasional di Indonesia yang menaruh perhatian terhadap perlindungan anak dan memiliki visi dan misi yang tidak hanya ditujukan kepada anggota, tetapi juga kepada masyarakat dan pemerintah.

ECPAT Indonesia juga telah melaksanakan berbagai kegiatan selama tahun 2012 untuk memenuhi tujuan sesuai dengan visi dan misinya.

Menguatkan Advokasi dan Partisipasi Orang Muda

Sebuah Aksi dukungan dalam Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Eksploitasi Seksual Komersia Anak. Aksi ini merupakan inisiatif percontohan untuk mendukung pelaksanaan Rencana Aksi Nasional (RAN) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Eksploitasi Seksual untuk periode 2009-2014. Aksi ini fokus pada advokasi untuk mendorong pemerintah sebagai bagian dari pengemban tugas untuk serius mengatasi masalah ini dan untuk meningkatkan partisipasi orang muda dalam kerja-kerja advokasi dan peningkatan kesadaran di antara kelompok sebaya serta masyarakat pada umumnya. Kegiatan yang didukung penuh oleh Uni Eropa ini melibatkan 4 (empat) propinsi dimana anggota jaringan ECPAT Indonesia bekerja, yaitu ; Yayasan Kusuma Buana (YKB) di DKI Jakarta; LAdA (Lembaga Advokasi Anak) di Lampung; YSK (Yayasan Setara Kita) di Batam; dan PKPA (Pusat Kajian dan Perlindungan Anak) di Medan.

Program ini dirancang untuk mencapai 4 (empat) tujuan :  pembentukan sekretariat koalisi nasional di Jakarta untuk melakukan kerja-kerja advokasi afektif di tingkat nasional; Advokasi afektif terhadap badan-badan pemerintah yang relevan dan pembuat kebijakan yang menghasilkan kemauan politik dan komitmen dalam menangani perdagangan orang dan eksploitasi seksual anak; pembentukan asosiasi orang muda yang aktif melakukan tindakan mendukung sub-gugus tugas rencana aksi nasional dalam pencegahan dan partisipasi anak pada tingkat nasional dan propinsi; dan penguatan asosiasi orang muda untuk melakukan program berbasis masyarakat yang bekerja di bidang advokasi dan peningkatan kesadaran dikalangan kelompok sebaya. Dalam implementasinya, dilakukan berbagai aktifitas yang mendukung tercapainya hasil-hasil yang diharapkan, seperti : audiensi dengan sub-gugus tugas tingkat provinsi, rapat konsultasi, Workshop, Seminar, training, Talkshow Radio, dan lain-lain.

Peningkatan Pendidikan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) dan Eksploitasi Seksual Anak (ESA)

Program yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan  diimplementasikan oleh KOMPAK (Komunitas Orang Muda Anti Perdagangan Orang dan Eksploitasi Seksual Anak) ini menjadi sebuah pengakuan dan tindak lanjut dari program peningkatan partisipasi orang muda. Program ini memilih Tangerang Selatan sebagai lokasi projek yang mana meliputi beberapa aktivitas kegiatan selama periode program berlangsung, yaitu : Pemetaan Permasalahan dan aksi pencegahan TPPO dan ESA; Pengembangan Model Pencegahan TPPO dan ESA; Sosialisasi tentang pencegahan TPPO dan ESA kepada masyarakat luas dan promosi partisipasi orang muda dalam pencegahan; dan pelatihan Masyarakat tentang pencegahan TPPO dan ESA.

Adapun hasil yang dicapai adalah terbangunnya pengetahuan dan pemahaman bagi masyarakat mengenai TPPO dan ESA, terbangunnya komitmen bersama (Elemen masyarakat) untuk membangun sebuah lingkungan aman yang bebas dari TPPO dan ESA, terjalinnya komunikasi yang sinergis antara aparatur pemerintah dengan semua elemen masyarakat dalam usaha pencegahanmengenai TPPO dan ESA.

Menguatkan ECPAT Indonesia dalam Investigasi, Monitoring dan Pelaporan Kasus Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Indonesia

Program berkelanjutan ini didukung oleh MM Netherlands (Mensen met een Missie Netherlands) selama periode 1 (one) tahun dan pada saat ini telah memasuki bulan keempat pelaksanaannya. Selama tiga bulan berjalan, beberapa aktivitas pada program ini telah dilakukan, diantaranya : penyusunan SOP Unit Pelayanan Hukum ECPAT Indonesia; pembuatan Leaflet dan Factsheet; Sosialisasi mengenai unit pelayanan hokum ECPAT Indonesia; pendampingan beberapa korban; rapat jaringan, dan upaya audiensi dengan POLRI dan beberapa lembaga terkait lainnya.

Konferensi kejahatan seksual terhadap Anak secara Online : Penegakan Hukum dan Kerjasama Regional

Konferensi ini diselenggarakan pada tanggal 29-30 Oktober 2012, bertempat di Mercure Convention Center, Ancol – Jakarta atas kerjasama antara ECPAT Indonesia dengan Kedutaan Perancis dan Terre des Hommes Netherlands. Tujuan keseluruhan dari konferensi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mengenai tren terbaru dari kejahatan seksual terhadap anak-anak secara online menggunakan teknologi komunikasi dan informasi, dan untuk meninjau legislasi nasional dan internasional melalui undang-undang dalam rangka membangun dan memperkuat jaringan dan kerjasama regional. Aktivitas dalam event yang dihadiri oleh lebih dari 170 peserta dari 11 negara dan menghadirkan 21 pembicara dari berbagai negara dan  latar belakang ini meliputi presentasi, diskusi, pameran, social program, dan pemutaran film.

Penelitian tentang Pengurangan Perdagangan Anak di Wilayah Kerja ChildFund

Program berkelanjutan yang berdurasi selama kurang lebih 6 bulan dan didukung oleh ChildFund ini bekerja di 3 (tiga) wilayah penelitian, yaitu : Jakarta Barat & Tangerang; Jawa Tengah; dan Nusa Tenggara Timur. Aktivitas        utama dari program ini, yaitu mengumpulkan data primer dari target responden yang terdiri dari anak-anak yang menjadi korban/yang selamat dari dalam kegiatan perdagangan manusia dengan berbagai tujuan, dan mengumpulkan data primer dari pemangku jabatan kunci untuk persoalan tersebut dimasing-masing wilayah penelitian termasuk pemerintah, organisasi social, tokoh masyarakat, dan lain sebagainya. Keseluruhan program ini bertujuan untuk menangkap situasi perdagangan anak di wilayah kerja ChildFund dan untuk merancang program intervensi yang relevan atas masalah tersebut yang mencakup pencegahan, perlindungan dan/atau pemberdayaan.

Dialog Nasional Harmonisasi Peraturan Pasca Ratifikasi Protokol Opsional  Konvensi Hak Anak tentang Penjualan Anak, Pelacuran Anak dan Pornografi Anak

Event yang didukung penuh oleh ECPAT International ini diselenggarakan pada tanggal 19 Desember 2012 bertempat di Hotel Ibis Arcadia, Jakarta dengan menghadirkan 3 (tiga) pembicara dari kementerian dan ahli hokum ECPAT Internasional.

Event ini menjembatani inisiatif para pemangku kepentingan dalam merespon langkah selanjutnya paska ratifikasi protocol opsional dan  menghasilkan rekomendasi tentang legislasi terkait pornografi dan eksploitasi seksual di Indonesia.

Menguatkan Manajemen ECPAT Indonesia

Program yang didukung oleh The Body Shop, diinisiasi dan diusulkan pada tahun 2012 dan disetujui untuk dilaksanakan pada tahun 2013 ini. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan manajemen ECPAT setelah meng-upgrade statusnya sebagai kelompok nasional tetapi juga memperluas pekerjaannya pada program pelayanan langsung bagi korban dan korban eksploitasi seksual terhadap anak-anak.

Keberhasilan dan Lesson Learn

Koalisi kini telah diakui sebagai satu-satunya wakil dari ECPAT Internasional untuk Indonesia yang bekerja pada isu perlindungan anak dari eksploitasi seksual terhadap anak-anak. Koalisi telah resmi diizinkan menggunakan nama ECPAT Indonesia dan logo ECPAT.  Peningkatan Status menunjukkan adanya kepercayaan dari ECPAT Internasional tentang kinerja yang telah dilakukan serta jelas meningkatkan visibilitas keberadaan ECPAT di Indonesia dan juga pekerjaannya di semua tingkat jaringan meliputi organisasi nasional, organisasi internasional, penegak hukum dan banyak lagi. Peningkatan status ditindaklanjuti dengan beberapa rekonsiliasi   ditubuh organisasi termasuk sistem dan manajemen yang bekerja selaras dengan arah strategi global dan regional.

Ratifikasi optional protokol tentang penjualan anak, pelacuran anak dan pornografi anak menjadi Undang-Undang No. 11/2012 adalah salah satu keberhasilan kerja advokasi ECPAT Indonesia terhadap pemerintah. ECPAT Indonesia bekerja bersama dengan beberapa organisasi kuat dalam melakukan advokasi seperti Uni Eropa, Kinder Not Hilfe, Mensen meet en Missie, The Body Shop, dan lain sebagainya.

Melalui sejumlah program dan kegiatan, ECPAT Indonesia telah berhasil membuat beberapa kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai sektor meliputi LSM, Pemerintah, Lembaga Internasional, Sektor Swasta, Penegak hukum, dan lainnya baik ditingkat nasional maupun regional, termasuk dalam memerangi kejahatan seksual online pada anak. Kerjasama ini akan menjadi titik awal dalam mengembangkan program yang selama ini luput dari perhatian banyak pihak.

Tantangan ke depan

Komitmen untuk kolaborasi dari berbagai lembaga baik pemerintah, masyarakat maupun swasta untuk pemberantasan eksploitasi seksual anak merupakan satu aspek yang terus menerus perlu dikembangkan. Masalah-masalah eksploitasi seksual anak membutuhkan lebih banyak dorongan dari semua pihak sebagai masalah serius yang dihadapi oleh anak-anak dan metodologi yang tepat dalam menangani hal itu perlu dikembangkan secara komprehensif sehingga masalah tersebut dalam diselesaikan secepatnya.

Minimnya sumber daya manusia dan ketersediaan lembaga pendukung masih sebagai penghambat yang signifikan dalam mengembangkan program.

Pelaksanaan ratifikasi protokol opsional menjadi tantangan tersendiri sekaligus peluang bagi ECPAT agar perubahan legislasi nasional dan kebijakan nasional bisa terarah dan terfokus.