Perjalanan Yang Tak Terlupakan

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

 

Sebelumnya akan kuperkenalkan diri, namaku Hariyanto, ingin ku ceritakan perjalananku ketika aku mendapat kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang dunia luar, yahh. aku pergi ke Eropa tepatnya di Belgia. Tak pernah ak ku sangka aku adalah orang yang seberuntung ini. bahkan bermimpi pun ak tak pernah, namun aku bisa ke belgia meski aku hanyalah seorang anak kuli bangunan yang berpenghasilan tak seberapa. Tapi aku bersyukur, aku bisa membanggakan derajat kedua orang tuaku.

Aku mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, beasiswa ini ku dapatkan dari Salah satu perusahaan Retail terbesar di Belgia, dan di salurkan melalui YKAI (Yayasan kesejahteraan Anak Indonesia), aku mengambil jurusan Manajemen Ekonomi, dan alhamdulillah setelah aku lulus aku di beri kesempatan untuk berkunjung ke belgia untuk training di perusahaan pemberi beasiswa tersebut.

Perjalananku tak sendiri, aku bersama dengan kedua temanku yang memiliki nasib keberuntungan yang sama denganku, Petualanganku di Belgia pada tanggal 6 Oktober sampai 29 Oktober 2012 ini tak akan pernah ku lupakan, Perjalanan panjang kami di mulai ketika kami berkumpul di bandara Ahmad Yani Semarang, Masih teringat jelas Pagi itu kami bertiga berpamitan dengan orang tua kami masing-masing untuk meminta restu agar di beri kelancaran perjalanan kami, inilah pertama kalinya kami naik pesawat, menuju Jakarta, perasaanku sangat gembira, Rasanya ingin segera melihat dunia luar, Namun ternyata perjalanan ini tak semudah yang aku bayangkan, karena kami harus bisa menguasai bahasa inggris. Namun itu tak menjadi halangan besar bagi kami karena sebelumnya kami sudah mempersiapkan semua yang harus di pelajari termasuk dari segi bahasa inggris, kebudayaan barat dan lainnya.

 

Awal keberangkatan kami bersama Jamaah Haji Indonesia hingga sampai di Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), setelah itu kami harus pindah pesawat untuk menuju Brussel (Belgia), ketika pertama kali aku melangkah di negara itu, seakan rasa ceria penuh dengan kecemasan menghampiriku, bahkan masih tak percaya aku bisa sampai Belgia. Seluruh keadaan yang sangat berbeda dengan Indonesia membuatku merasa seperti mimpi. Ya,, sangat gembira sekali.

Di Belgia kami tinggal bersama house family kami masing- masing, House family tersebut merupakan salah seorang karyawan yang bekerja di Colruyt selaku perusahaan pemberi beasiswa kami. Banyak sekali perbedaan antara Indonesia dengan Belgia, 3 Hal yang sangat mencolok dan butuh adaptasi yang sulit, yaitu makanan, cuaca, dan lalu lintas jalan, biasanya makanan pokok di Indonesia adalah nasi, namun di sana adalah Roti, Cuaca dan suhu yang sangat dingin sekali membuatku harus memakai jaket tebal hingga sampai berlapis- lapis, serta lalu lintas yang membuatku bingung karena berlawanan arah dengan lalu lintas di Indonesia. Setir mobil di Sebelah kanan, kita harus berjalan di sebelah kanan, sangat berbahaya jika tidak terbiasa bagi kita.

Di Belgia kegiatan kita setiap harinya sudah terjadwal dengan rapi, karena kedatangan kami memang sudah sangat di persiapkan dari pihak perusahaan, disana kita banyak belajar mulai dari sistem pergudangan perusahaan, Recycling dari barang yang tak berguna menjadi barang istimewa. Kunjungan ke Sekolah dan Universitas, Diskusi dengan pemuda Belgia dan Venezuela, serta kami juga di ajarkan bagaimana membuat CV yang baik serta Praktek Interview Kerja. Namun Untuk kunjungan kita di Belgia tahun ini adalah fokus pada Recycling, sehingga pada hari terakhir kami harus membuat Bussines Plan produksi bahan Daur Ulang untuk di presentasikan di depan CEO Colruyt (Jef Colruyt) serta petinggi- petinggi di Colruyt, dan kami akhirnya bisa melaksanakan tugas ini dengan baik, kami membuat bussines plan dengan ide Recycling Kain perca Batik untuk di jadikan Tas, Dompet, Pocket Bag, dll.

Pada Setiap WeekEnd kami diajak jalan-jalan bersama keluarga untuk mengunjungi tempat wisata atau kota besar di Belgia, aku sangat bahagia sekali, banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan di sana, aku bisa melihat dunia luar yang begitu indah dan hebatnya ciptaan Tuhan, aku bisa lebih menghargai apapun tentang indonesia, karena apa yang biasa ada di Indonesia tidak aku dapatkan di sana.

Pengalaman berharga ini sangat mengesankan, ada beberapa pelajaran yang bisa ku ambil; antara lain aku bisa jauh lebih menghargai Indonesia, di saat aku butuh makanan indonesia, Cuaca panas khas di indonesia serta kebiasaan dan kebudayaan indonesia, tak ku temukan disana; aku bisa belajar bagaimana orang-orang Eropa bekerja dengan cepat dan displin dalam waktu, dan itu yang harus di aplikasikan di Indonesia; Orang-orang Belgia yang selalu berfikir maju, mampu memanfaatkan apapun, bahkan sampah pun bisa di kelola menjadi barang yang bernilai tinggi; dan lingkungan yang sangat bersahabat, (Bersih, bebas polusi, Sejuk dan Rapi) karena kesadaran tingg dari penduduk setempat.

Masih teringat Jelas ketika malam perpisahan Dimana kami semua berkumpul di rumahnya Mieke (Karyawan Colruyt) bersama Keluarga dan Ms. Sarah. Jelas sekali kami Bertiga meneteskan air mata seakan tak ingin berpisah dengan mereka, kasih sayang yang mereka berikan selama kami tinggal di sana seakan kami seperti kehilangan keluarga kedua kami. Namun adanya pertemuan mesti ada perpisahan, kami harus ikhlas Untuk pulang kembali ke indonesia dengan Membawa sejuta kenangan Indah.

Hingga sesampainya di Indonesia , kini aku tahu.

Indonesia sangat berharga Bagiku.

Belgia dan orang-orang di sana adalah semangatku.. Ku harap esok nanti aku dapat bertemu mereka kembali.

Aku Rindu kalian semua..

Thanks YKAI, Thanks Colruyt, Thanks for anything..