Banjir: Bagaimana Menghadapinya?

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

 

Banjir merupakan bencana paling alami yang sering dikaitkan dengan penderitaan manusia dan kerugian ekonomi. Sebanyak 90 persen dari kerusakan yang berhubungan dengan semua bencana alam adalah disebabkan oleh banjir. Banjir yang terakhir terjadi di DKI Jakarta pada tanggal 17 Januari 2013.

Indonesia mempunyai dua musim – kemarau dan hujan. Pada musim hujan yang terjadi antara bulan Oktober – Maret, beberapa kota di Indonesia menjadi rawan bencana banjir. Daerah rawan bencana banjir adalah kota Jakarta, Kota Banda Aceh, Kota Pekan Baru, Kota Jambi, Kota Makassar, Kota Palembang, Kota Pontianak, Kota Semarang, Kota Gorontalo, dan beberapa kota yang ada di Indonesia Timur.

Penyebab Banjir

Pengenangan air yang terjadi karena curah hujan sepanjang hari, menjadi penyebab banjir. Banjir juga dapat disebabkan oleh gempa bumi di samudra yang menghasilkan tsunami. Pembabatan hutan dapat juga menjadi penyebab banjir.

Ada beberapa jenis banjir:

1.    banjir kilat – banjir yang terjadi tiba-tiba dan tidak lama. Puncak banjir tinggi dan dicapai dalam waktu singkat. Banjir kilat biasanya diakibatkan oleh curah hujan dengan intensitas yang tinggi pada suatu daerah yang kecil. Sungai-sungai di Indonesia yang daerah pengalirannya tidak besar dan kemiringan rata-rata yang agak besar, sering mengalirkan banjir kilat. Pengukuran banjir jenis ini sangat sulit.

2.    banjir kiriman – banjir yang airnya datang dari daerah pegunungan karena hujan di sana. Contohnya untuk Jakarta, banjir yang datang dari Bogor.

3.    banjir maksimum – banjir tertinggi yang terjadi pada suatu bagian sungai selama suatu jangka waktu tertentu. Jangka waktu iu mungkin seminggu atau sebulan.

Informasi

Kita perlu menyadari resiko banjir. Banjir dapat merusak bangunan, jalan, dan jembatan. Agar terhindar dari banjir, dianjurkan untuk tinggal di tempat yang tinggi.

Kegiatan yang paling berbahaya adalah jika kita mencoba melewati, berenang, atau mengemudi melalui daerah banjir

Rencana Menghadapi Banjir

1.    kembangkan suatu rencana keluarga menghadapi bencana. Kembangkan rencana menghadapi banjir secara khusus, sesuai dengan kasus yang sering kita hadapi di wilayah kita. Kita hubungi Palang Merah Indonesia dan kantor yang menangani bencana untuk meminta penjelasan mengenai wilayah yang beresiko banjir. Kita juga harus tahu daerah dataran tinggi yang dapat dipergunakan sewaktu-waktu, jika terjadi banjir.

2.    jika menghadapi banjir – hubungi agen asuransi. Tanyakan tentang program asuransi banjir.

3.    merencanakan kebutuhan yang diperlukan pada saat pengungsian atau tetap tinggal di rumah. Semua orang di rumah diharapkan mengetahui tempat penyimpanan kebutuhan jika harus meninggalkan rumah. Berusaha membuat rencana yang dibuat pada detik-detik terakhir akan merepotkan dan membuat panik.

4.    mendiskusikan banjir dengan keluarga. Semua orang perlu mengetahui harus berbuat apa jika semua anggota keluarga tidak bersama-sama. Mendiskusikan banjir sebelum waktu yang ditentukan mengurangi ketakutan dan biarkan semua orang mencari jawabannya sendiri.

Apa Yang Harus Diceritakan Kepada Anak-anak

1.    jika kita terkena banjir, berhentilah, dan pergilah ke jalan yang lain. Kita juga perlu memanjat ke bagian yang lebih tinggi. Banyak orang terhanyut karena menyeberangi banjir. Hal ini dapat mengakibatkan luka-luka dan kematian.

2.    menghindari daerah banjir, meskipun kelihatan aman. Pada saat banjir segala sesuatu akan terjadi tanpa perhitungan kita.

3.    jangan pernah mencoba berjalan, berenang, atau main-main di air banjir. Kita tidak mampu melihat seberapa cepat air banjir sedang bergerak atau bahkan melihat lubang.

4.    jika kita terjebak dalam angkutan umum, segeralah keluar dan carilah daerah yang aman, karena sarana angkutan juga bisa hanyut.

5.    hati-hati terhadap ular di wilayah banjir. Banjir menghanyutkan ular atau binatang buas dari sarangnya.

6.    hindari daerah teluk dan pusat pusaran arus.

7.    jangan pernah berada di daerah air pasang, saluran air, parit, jurang atau terowongan. Ini sangat berbahaya, karena bisa saja kita dihanyutkan oleh air.

8.    buanglah semua makanan yang telah terendam oleh air. Air banjir dicemari oleh berbagai bakteri dan kuman.

Bagaimana Cara Melindungi Harta Benda

1.    menyimpan polis asuransi, dokumen, dan barang-barang lain yang berharga di Deposit box atau ruang di bawah tanah.

2.    menghindari bangunan kecuali jika kita ingin perkuat bangunan.

3.    meletakkan barang-barang yang mudah rusak oleh banjir ke tempat yang lebih tinggi.

4.    bangunlah penghalang banjir seperi bendungan, tanggul, dan dinding banjir untuk menghentikan air masuk rumah. Untuk membangunnya kita harus memperhatikan kode bangunan untuk persyaratan keselamatan yang dikeluarkan oleh pemerintah kota atau kabupaten.

5.    menyegel dinding dengan campuran dasar yang kuat untuk menghindari rembesan air.

6.    membicarakan tentang konstruksi bangunan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut untuk mengurangi kerusakan pada saat banjir.

Media dan Gagasan Pendidikan Masyarakat

1.    apakah semua anggota masyarakat sudah tergabung dengan program asuransi banjir. Jika belum, perlu didiskusikan dengan agen asuransi. Kita juga perlu menghubungi Palang Merah Indonesia dan kantor yang mengurus kedaruratan untuk meminta informasi seputar cara menghadapi banjir.

2.    menerbitkan suatu bagian khusus di surat kabar lokal dengan informasi mengenai keadaan darurat banjir atau air bah. Memblok informasi yang menceta nomor telepon kantor Pemadam Kebakaran, Palang Merah Indonesia, dan Rumah Sakit yang terdekat.

3.    menanyakan daerah dataran tinggi yang sewaktu-waktu akan dipergunakan sebagai daerah pengungsian jika terjadi banjir.

4.    kita perlu mengetahui tentang perbedaan antara peringatan dan pemantauan yang disiarkan melalui radio atau tv.

5.    menerbitkan rute pengungsian keadaan darurat untuk daerah yang cenderung akan mengenang.

Yang Harus Diperberbuat Sebelum Banjir

1.    jika hujan terus menerus selama beberapa jam, waspadai terhadap kemungkinan terjadinya banjir.

2.    menggunakan radio dan tv untuk memantau perkembangan yang sedang terjadi tentang kemungkinan banjir.

3.    jika sedang memarkir kendaraan, disarankan untuk menjauh dari parit atau sungai.

Yang Diperberbuat Selama Banjir

Ketika hasil pengamatan dikeluarkan tentang banjir.

1.    mendengarkan radio atau televisi yang melaporkan perkembangan banjir di wilayah kita.

2.    semua orang harus menyiapkan kebutuhan untuk bertindak lebih cepat. Banjir dan air bah dapat terjadi dengan cepat dan tanpa peringatan. Jadi kita harus bertindak dengan seketika.

3.    waspadalah mereka yang ada di daerah rendah agar siap-siap mengungsi ke dataran tinggi dengan segera.

4.    menuruti nasehat dari pemerintah dan otoritas lokal yang memberi tahu tentang daerah banjir.

Yang Harus Diperberbuat Setelah Banjir

1.    mencari tempat perawatan medis yang diperlukan di rumah sakit yang terdekat. Air yang tercemar memungkinkan terjadinya infeksi lebih besar. Luka-luka perlu mendapatkan perhatian medis.

2.    memberi bantuan kepada yang membutuhkan bantuan khusus, seperti bayi, orang tua jompo, dan orang dengan kecacatan.

3.    menghindari wilayah banjir. Sehingga terhindar dari tanah longsor, jalan retak, lumpur, dan resiko lainnya.

4.    melanjutkan mendengarkan siaran radio dan televisi, untuk mendengarkan informasi terkini.

5.    memperhatikan bagunan rumah. Banjir sering mengikis dasar bangunan, sehingga bisa menyebabkan bangunan roboh.

6.    menghindari memasuki bangunan sebelum pejabat lokal memberi izin dan menyatakan aman.

7.    memeriksa saluran gas dan aliran listrik, untuk menghindari kebakaran.

8.    membuat laporan atas kerusakan bangunan dan harta benda untuk mendapat klaim dari asuransi.

9.    menguji dinding, lantai, pintu, tangga rumah, dan jendela untuk meyakinkan bahwa bangunan tidak dalam bahaya dari roboh.

10.  hati-hati terhadap binatang berbisa, terutama ular beracun yang mungkin masuk kerumah karena terbawa oleh air.

Peta Banjir:

Google.Maps telah menerbitkan Peta Banjir DKI Jakarta. Peta ini dapat membantu untuk mengetahui di mana daerah atau lokasi banjir. Lengkapnya klik di sini Peta Banjir DKI Jakarta 2013.