Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Indikator keenam kabupaten/kota menuju Kabupaten/Kota Layak Anak adalah di kabupaten/kota tersebut tersedia Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak. Meskipun, pengasuhan berbasis Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak merupakan alternatif terakhir dari pelayanan pengasuhan alternatif untuk anak-anak yang tidak bisa diasuh di dalam keluarga inti, keluarga besar, kerabat, atau keluarga pengganti.

Pengasuhan anak merupakan satu kontinum dari pengasuhan keluarga sampai dengan pengasuhan yang dilakukan oleh pihak lain di luar keluarga atau disebut dengan pengasuhan alternatif. Jika ditentukan bahwa pengasuhan di dalam keluarga tidak dimungkinkan atau tidak sesuai dengan kepentingan terbaik anak, maka pengasuhan anak berbasis keluarga pengganti melalui orang tua asuh (fostering), perwalian, dan pengangkatan anak harus menjadi prioritas sesuai dengan situasi dan kebutuhan pengasuhan anak.

Menurut Standar Pengasuhan yang diterbitkan oleh Kementerian Sosial RI, “Jika keluarga anak tidak memberikan pengasuhan yang memadai sekalipun dengan dukungan yang sesuai, mengabaikan, atau melepaskan tanggung jawab terhadap anaknya, maka Negara melalui instansi pemerintah setempat yang berwenang atau melalui organisasi masyarakat yang diberi izin, bertanggung jawab untuk melindungi hak-hak anak dan menjamin pengasuhan alternatif yang sesuai.” Tanggung jawab Negara melalui instansi yang berwenang, adalah untuk menjamin supervisi keselamatan, kesejahteraan diri, dan perkembangan setiap anak yang ditempatkan dalam pengasuhan alternatif dan melakukan review secara teratur tentang ketepatan situasi pengasuhan yang disediakan.

Anak yang membutuhkan pengasuhan alternatif adalah anak yang berada pada situasi, “Keluarga anak tidak memberikan pengasuhan yang memadai sekalipun dengan dukungan yang sesuai, mengabaikan, atau melepaskan tanggung jawab terhadap anaknya; Anak yang tidak memiliki keluarga atau keberadaan keluarga atau kerabat tidak diketahui; Anak yang menjadi korban kekerasan, perlakuan salah, penelantaran, atau eksploitasi sehingga demi keselamatan dan kesejahteran diri mereka, pengasuhan dalam keluarga justru bertentangan dengan kepentingan terbaik anak; dan Anak yang terpisah dari keluarga karena bencana, baik konflik sosial maupun bencana alam.

Untuk memastikan Lembaga Kesejahteraan Sosial beroperasi sesuai peraturan perundang-undangan dan standar pengasuhan di Lembaga Kesejahteraan Sosial, pengelola lembaga meminta anak untuk membaca standar ini untuk mengetahui hak serta pelayanan yang seharusnya mereka terima; mendiskusikan keputusan pengasuhan dan pelayanan yang terbaik bagi mereka bersama orang tua/keluarga dan pihak Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak sebagai pemberi pelayanan, serta anak dapat menggunakan standar ini untuk melapor kepada pihak berwenang, jika ada hak mereka yang dilanggar ataupun tidak terpenuhi.