Profil Bantuan Pendidikan YKAI

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

LATAR BELAKANG

Anak merupakan potensi sumber daya masa depan yang harus dikembangkan sejak dini. Di lain pihak memasuki era milenium ketiga tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia semakin kompleks yang dipengaruhi oleh dinamika perubahan yang terjadi di dalam negeri serta proses globalisasi  dunia yang begitu cepat. Kehidupan di masa depan yang akan semakin kompleks, dinamis, penuh peluang sekaligus tantangan tersebut harus segera diantisipasi, salah satunya adalah dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Menurut hasil perhitungan BPS (2000) jumlah anak Indonesia usia 0-18 tahun sudah mencapai 64 juta anak atau 30% dari jumlah penduduk Indonesia, maka upaya pembinaan dan pengembangan anak Indonesia sangat mendesak dan memiliki arti strategis bagi peningkatan kesejahteraan anak maupun kehidupan bangsa Indonesia secara luas. Salah satu upaya strategis dalam rangka pembinaan dan pengembangan anak Indonesia menuju manusia yang berkualitas  adalah melalui jalur pendidikan formal.

Pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan upaya pelayanan pendidikan anak melalui program wajib belajar 9 tahun dan mengucurkan Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk siswa SD sebesar Rp 397.000,-- s/d Rp 400.000,-- dan SMP sebesar Rp 354.000,-- s/d Rp 575.000,-- per siswa per tahun.  Namun demikian, jumlah ini tidak seberapa dibandingkan dengan Biaya Satuan Pendidikan (BSP) yang cukup besar. BSP meliputi biaya yang dikeluarkan orangtua, sekolah dan manajemen pengelola pendidikan dari tingkat kecamatan hingga pusat. Dari hasil penelitian Balitbang Depdiknas tahun 2004, BSP untuk siswa SD sebesar    Rp 8.115.000,-- dan SMP sebesar Rp 10.621.000,-- per siswa per tahun. Lebih dari 70% dari biaya tersebut merupakan biaya yang harus dikeluarkan orangtua meliputi buku dan alat tulis, pakaian dan perlengkapan, akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, karyawisata, uang saku dan kursus. Itu berarti masyarakat masih harus menanggung biaya pendidikan yang sangat besar untuk dapat menyekolahkan anaknya. 

Menurut data Depdiknas 2004, jumlah siswa yang tidak sekolah dan putus sekolah adalah 13,7 juta anak dan dikhawatirkan mereka terjun ke dunia kerja baik secara formal (di pabrik) maupun informal (sektor pertanian, perkebunan dll). Terjadinya putus sekolah ini sebagian besar karena alasan ekonomi (75,7%) dan 67% karena ketiadaan biaya maupun anak harus bekerja (8,7%).  Untuk itu, peran masyarakat termasuk LSM dan kepedulian dunia usaha melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) sangat diperlukan guna memenuhi hak anak untuk memperoleh pendidikan sehingga dapat menyelamatkan jutaan anak-anak Indonesia yang terancam putus sekolah. Salah satu upaya yang dilakukan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) adalah sejak tahun 1988 merintis Program Bantuan Pendidikan untuk anak usia SD, SMP dan SMA di seluruh Indonesia. Program ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga yang kurang beruntung namun berprestasi.

TUJUAN

Tujuan umum: Memenuhi hak anak untuk memperoleh pendidikan.

Tujuan khusus1. Mencegah bertambahnya angka putus sekolah; 2. Memotivasi dan meningkatkan prestasi belajar siswa   

STRATEGI PROGRAM

 Kegiatan Program Bantuan Pendidikan ini melibatkan unsur terkait seperti Depdiknas di tingkat Pusat, Propinsi sampai Kabupaten untuk memperoleh data yang akurat mengenai prioritas sekolah yang memerlukan bantuan. Juga bekerjasama langsung dengan Kepala Sekolah untuk merekomendasikan siswa-siswa yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan pendidikan yaitu siswa dari keluarga yang kurang beruntung namun berprestasi.  

Dalam hal penyaluran bantuan, YKAI bekerjasama dengan Bank BRI yang memiliki jaringan dan jangkauan yang luas, untuk mempermudah akses siswa mendapatkan bantuan yang diwujudkan dalam bentuk tabungan. 

Untuk memastikan bahwa bantuan diterima oleh target sasaran yang tepat, dilakukan spotchecking terhadap 5-10% penerima bantuan, dengan cara mendatangi dan mewawancarai siswa, orangtua serta sekolah yang bersangkutan. Sedangkan monitoring prestasi dilihat dari raport yang dikirimkan oleh siswa setiap catur wulan.

MEKANISME PENYALURAN BANTUAN:

PENCAPAIAN PROGRAM 

Pada kurun waktu enam tahun pertama (tahun pelajaran 1988/1989 s/d 1993/1994) program pemberian bantuan pendidikan YKAI dilaksanakan, telah terjaring 7.500 siswa SMP dan SMA yang menerima bantuan tersebut. Pada waktu itu yang baru menjadi sponsor adalah PT Indofood Sukses Makmur. 

Berlanjut pada kurun waktu lima tahun berikutnya (tahun pelajaran 1994/1995 s/d 1998/1999) jumlah penerima bantuan pendidikan YKAI semakin meningkat yaitu sebanyak 13.262 siswa SMP dan SMA. Adapun pihak pemberi bantuan dana bertambah selain PT. Indofood Sukses Makmur juga Kualiva Bank Bali. 

Pada tahun pelajaran 1999/2000 hingga 2004/2005 penerima bantuan pendidikan YKAI semakin bertambah yaitu 21.104 siswa SD, SMP dan SMA. Semakin banyak pelaku bisnis dan masyarakat yang terlibat sebagai pihak pemberi bantuan dana yaitu PT Indofood Sukses Makmur, Visa International, PT AJ Manulife Indonesia, SCTV, Aqua-Danone, Kiwanis, Indo Ad, Hongkong Bank, Bank Mandiri, PT. Kalbe Farma, PT Freeport Indonesia, PT Asuransi Allianz Life, PT Total FinaElf, McDonald, PT Bank Niaga Tbk, Metro Data, IYF, Colruyt, Bridge Builder dan PT Agung Automall serta perorangan seperti Ibu Martha Tilaar, Ibu Shanti L. Poesposoetjipto. 

Tahun pelajaran 2005/2006 hingga 2007/2008 penerima bantuan pendidikan YKAI ini bertambah lagi sebanyak 8.716 siswa SD, SMP dan SMA. Sehingga total penerima bantuan pendidikan YKAI sejak tahun pelajaran 1988/1989 hingga 2007/2008 berjumlah 50.582 siswa. 

Mengingat kondisi Indonesia yang semakin sulit, maka anak-anak yang dijaringpun mencakup juga anak-anak yang menjadi korban bencana alam, korban kerusuhan yang harus menjadi pengungsi, yatim piatu, dll. 

Diharapkan selain pihak-pihak yang selama ini sudah menjalin kerjasama dengan YKAI, semakin banyak pelaku bisnis dan masyarakat luas yang peduli terhadap masa depan anak-anak Indonesia khususnya bidang pendidikan sehingga ikut terlibat dalam pendanaan program ini.  Dana bantuan pendidikan yang disalurkan YKAI tidak besar tetapi sangat dirasakan manfaatnya oleh siswa.

 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:          

Yuyun Sri Heryani / Wiwin Winarni

Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia

Jl. Penghulu No. 18, Bidaracina, Jatinegara,  Jakarta Timur

Jakarta

Kode Pos 13330

Telp. 021-8190451; 98282905

Fax. 021-8190451

e-mail: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya