Ikut Truk Sampah Untuk ke Kampus

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Semarang, 05 Januari 2010

Semarang-ykai.net, Musri Pudjiati, lahir di Semarang 20 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 20 November 1989, Musri merupakan anak pertama dari dua bersaudara, pasangan Bapak Marman (45 tahun) dan Ibu Siti Zubaidah (46 tahun). Musri tinggal bersama kedua orangtunya di daerah yang jauh dari kebisingan kota tepatnya di Jln. Untung Suropati Rt.03 Rw.02 Kel. Bamban Kerep, Kec. Ngaliyan, Semarang.

Berkat beasiswa Academic Program Colruyt, sekarang Musri kuliah di UDINUS jurusan Akutansi S1. Selama kuliah Musri suka sekali pelajaran akutansi karena pelajaran akutansi sudah dipahami sejak SMK. Sedangkan yang tidak disukai adalah mata kuliah umum, menurut Musri mata kuliah umum tidak efektif dan tidak fokus. Walaupun begitu tidak membuat Musri patah semangat.

Tempat tinggal Musri tidak mendukung aktifitasnya setiap hari, untuk sampai kampus ia harus penuh perjuangan, angkutan umum sangat jarang, perlu waktu lama untuk menunggunya, sedangkan dia tidak memiliki kendaraan (motor). Untuk mensiasatinya Musri ikut truk sampah karena kebetulan rumah Musri tidak jauh dari tempat pembuangan akhir sampah.

Musri aktif mengikuti kegiatan di luar kampus seperti mengikuti seminar tentang KPK, bedah buku “ketika mencintai tak bisa menikahi” yang diadakan oleh BAI UDINUS, kuliah umum “Caracter Based Attitude”, seminar entrepreneur dengan judul “entrepreneur is easy and interesting……how to be a success entrepreneur”.

Selain kegiatan di atas, Musri dan teman-teman sesama penerima Academic Program Colruyt – YKAI aktif melakukan pertemuan rutin sebulan sekali dan mengadakan berbagai kegiatan seperti:

1.      Mengadakan jasa pengetikan

2.      Mengumpulkan barang-barang bekas kemudian dijual (dikelola oleh khasanudin)

3.      Menjual pulsa lewat teleponKeuntungan dari kegiatan-kegiatan tersebut, akan digunakan untuk kegiatan bakti sosial. 

Ia sangat berharap dapat lulus tepat waktu dan dapat bekerja pada salah satu perusahaan terkemuka di Semarang seperti ASTRA atau TELKOM. Selain bekerja, ia juga ingin berwirausaha sendiri, yaitu dengan mengembangkan hobbynya membuat kristik (hiasan dinding) dan berharap menjadi peluang bisnis yang menjanjikan di masa depan.(ys/sr)