Selamat Datang di Web YKAI
“Kubunuh Kau, Papa!!”
Sinopsis:
Tayangan televisi, disadari atau tidak, berpengaruh kuat pada pola perilaku dan kepribadian anak-anak. Coba saja ingat-ingat apa saja yang telah televisi sajikan akhir-akhir ini. Tayangan berita-berita kriminal yang semakin mengajari anak-anak kita untuk berani melakukan tindakan-tindakan kekerasan. Atau sinetron-sinetron dengan tema mononton: tentang cinta, harta, kekuasaan, dan tokoh antagonis yang akan melakukan segala cara agar bisa menang.
Selama ini orang tua hanya menyensor acara televisi yang berkaitan dengan adegan seksual. Orangtua sering lupa bahwa ada adegan lain yang sama berbahaya, seperti teriakan dan caci maki, tamparan di pipi, tembakan, atau ceceran darah yang bisa membuat anak trauma. Oleh karena itu, tidak heran bila tiba-tiba seorang anak berumur dua tahun berkata kepada ayahnya, “Kubunuh kau, Papa!” Masihkah kita peduli?
“Biarkan Kami Bicara”
Sinopsis:
Sudahkah kita memperhatikan dan memenuhi hak anak-anak atau justru bersikap abai dan pura-pura tidak tahu? Buku ini menjadi semacam ruang bagi anak-anak untuk memprotes, menuntut, atau sekedar menyampaikan isi hatinya mengenai hak yang semestinya mereka peroleh.Persepsi mereka tentang hak anak pun beragam. Namun, hampir semua aspek hak anak dibahas dalam buku ini, seperti hak tumbuh dan berkembang, hak mendapat perlindungan, hak menyampaikan pendapat, hak mendapat identitas, hak beragama, dan hak untuk mendapa perlakuan yang setara (nondiskriminasi).
“Mom, I Love You”
Sinopsis:
Anak-anak mungkin tidak pernah menggugat. Mereka mungkin terlihat diam dan seolah menerima keadaan, pasrah, menurut, karena keputusan mereka hampir selalu ditentukan orang dewasa. Ya, ditangan orang dewasalah - salah satunya orangtua - kebanyakan nasib dan hak anak bergantung. Sayangnya, banyak orang dewasa yang tidak bijak; buta mata-buta hati, tuli, dan menganggap sepele persoalan anak-anak.
Perlu Perda Perlindungan Anak
Laporan Wartawan Kompas Dahlia IrawatiMALANG, KOMPAS- Kota Malang diharapkan bisa membuat peraturan daerah perlindungan anak. Aturan itu diharapkan dapat menjamin hak-hak anak khususnya di Kota Malang yang tahun ini diberi gelar Kota Layak Anak.
Kegiatan ”PAUD Sahabat” Di Desa Panyingkiran Karawang dan Desa Amis Indramayu
Berkat bantuan Oshkosh B’gosh Footwear, YKAI mendirikan Kelompok Bermain/PAUD Sahabat di Desa Panyingkiran Karawang dan Desa Amis Indramayu.
Pada akhir tahun ajaran 2006/2007, PAUD Sahabat di Desa Panyingkiran Kerawang mengadakan pentas seni (pensi). Kegiatan tersebut selain sebagai akhir kegiatan belajar mengajar juga bertujuan agar anak-anak dapat mengekpresikan diri, menumbuhkan rasa percaya diri dan dapat menghargai orang lain. Berbagai kegiatan ditampilkan dalam pensi seperti aneka lomba (mewarnai, busana muslim, kelereng, dll), menari, menyanyi, baca puisi dan berdoa. Pada kegiatan tersebut semua anak tampil baik secara perorangan maupun kelompok. Pada acara ini juga diadakan pelepasan bagi murid yang akan melanjutkan ke TK dan SD.Selanjutnya: Kegiatan ”PAUD Sahabat” Di Desa Panyingkiran Karawang dan Desa Amis Indramayu
Artikel Lain...
Halaman 112 dari 114













