Selamat Datang di Web YKAI

Fasilitas bagi Siswa Brilian Masih Terbatas

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Selasa, 21 April 2009

Jakarta, Kompas - Fasilitas yang disediakan pemerintah dan perguruan tinggi di dalam negeri bagi anak-anak brilian masih sangat terbatas. Sejauh ini perguruan tinggi negeri tidak secara khusus melakukan talent scouting atau pencarian anak berbakat.

Selanjutnya: Fasilitas bagi Siswa Brilian Masih Terbatas

 

Singapura Buru Siswa Brilian

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Senin, 20 April 2009

Singapura, Kompas - Indonesia kurang memberikan perhatian kepada siswa-siswa brilian, termasuk para juara olimpiade internasional. Pemerintah hanya memberikan fasilitas masuk perguruan tinggi negeri tanpa tes dan siswa bersangkutan dijanjikan akan diberikan beasiswa.

Selanjutnya: Singapura Buru Siswa Brilian

 

Menggali Potensi Anak Melalui Sebuah Karangan

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Jakarta, 19 April 2009

Jakarta-ykai.net, Perpustakaan Keliling YKAI (Pusling) di dukung oleh Allianz dalam kegiatannya mengadakan lomba mengarang dan menceritakan kembali,  lomba ini diadakan di SDI Al-Falah Jakarta. Peserta lomba terdiri dari siswa/siswi kelas 4 sampai dengan kelas 6 (16/04).

Selanjutnya: Menggali Potensi Anak Melalui Sebuah Karangan

   

K-Kids beri bantuan teman-teman Korban Situ Gintung

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Tangerang Selatan, 16 April 2009

Tangerang Selatan-ykai.net, YKAI bekerjasama dengan anak-anak yang tergabung dalam Kiwanis Kids (K-Kids), memberikan bantuan berupa tas sekolah serta alat-alat sekolah, serta uang tunai. Penyerahan bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada relawan di Posko Balai Pertemuan RT.3/8. (10/4)

Selanjutnya: K-Kids beri bantuan teman-teman Korban Situ Gintung

 

Gawat Tak Gengsi Lagi Punya Anak Banyak

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

oleh Try Harijono

”Maaf Pak,… saya malu. Tapi harus bertanya,” kata Syafrial (37) dengan sedikit tertunduk. ”Kalau divasektomi, apakah ’barang’ saya masih bisa bangun?” katanya dengan mimik muka serius. Pertanyaan itu dilontarkannya kepada Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana yang mendatangi Kampung Pasir Putih, Kota Batam.

Dia ingin divasektomi karena istrinya menderita hipertensi sehingga merasa tidak cocok ikut program Keluarga Berencana (KB) dengan pil. Jika tidak ikut program KB, khawatir anaknya bakal bertambah lagi. ”Padahal, punya anak empat sangat repot,” kata Syafrial yang sehari-hari menjadi sopir angkutan kota.

Selanjutnya: Gawat Tak Gengsi Lagi Punya Anak Banyak

   

Halaman 112 dari 123