Selamat Datang di Web YKAI
Mendiknas: Kreativitas Siswa SMK Sangat Membanggakan!
Jumat, 22 Mei 2009 JAKARTA, KOMPAS.com — Menyaksikan langsung kreativitas para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari seluruh Tanah Air, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengaku bangga atas karya unggulan mereka.
Selanjutnya: Mendiknas: Kreativitas Siswa SMK Sangat Membanggakan!
Meutia Hatta: Strategi jitu dalam Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang
Jakarta, 19 Mei 2009 Jakarta, gugus tugas trafficking.org – Indonesia mempunyai strategi jitu dalam pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang. Strategi ini diupayakan melalui kerjasama antar pemangku kepentingan yang tergabung dalam Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dihadapan peserta “Rakor Sub Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Hotel Sahid Jakarta, (19/5).
PEDOMAN HAN 2009
Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 B ayat (2) menyatakan bahwa: “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi“, telah memberikan landasan yang kuat bahwa anak berhak untuk hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak untuk memperoleh perlindungan dari kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.
Pemerintah Tingkatkan Pendirian SMK untuk Atasi Pengangguran
Rabu, 14 Mei 2009
TEMPO Interaktif, Surabaya: Pemerintah akan meningkatkan pendirian Sekolah Menengah Kejuruan untuk mengurangi jumlah pengangguran. Program pendidikan teknologi informasi akan mendapat prioritas pembukaan jurusan baru.Direktur Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Suyanto mengatakan ada sekitar 500 SMK di seluruh Indonesia yang bertaraf internasional.
Selanjutnya: Pemerintah Tingkatkan Pendirian SMK untuk Atasi Pengangguran
Wah Lha Kok Pilih Rokok daripada Mikirin Gizi Anaknya!
JAKARTA, KOMPAS.com - Rokok menyebabkan ketergantungan yang menjerat konsumennya tanpa pandang status sosial ekonomi penggunanya. Konsumen rokok tidak lagi mempunyai pilihan untuk menentukan apakah merokok atau menunda rokoknya demi memenuhi kebutuhan makan bagi keluarganya. Akibat ketergantungan pada rokok, kebutuhan asupan makanan bergizi bagi anak balita dalam keluarga miskin seringkali dikorbankan.
Selanjutnya: Wah Lha Kok Pilih Rokok daripada Mikirin Gizi Anaknya!
Artikel Lain...
Halaman 100 dari 114















