Selamat Datang di Web YKAI

Hak Anak untuk Memanfaatkan Waktu Luang

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Tanjung Barat–ykai.net-Setiap anak memiliki hak atas pemanfaatan waktu luang antara lain, menggambar. Pernyataan ini, disampaikan oleh Dewi, Kepala Perpustakaan MI. Al Falah dihadapan peserta kegiatan  “Lomba Mengarang,’ Cerita Bergambar, dan Menggambar” yang berlangsung di MI Al Falah, Tanjung Barat (25/2).

Selanjutnya: Hak Anak untuk Memanfaatkan Waktu Luang

 

Anak-anak Kebon Kacang Terlayani Pusling YKAI

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Kebon kacang – ykai.net –Anak –anak Kebon Kacang Mendapatkan Pelayanan Perpustakaan Keliling YKAI- Allianz. Hal ini, disampaikan oleh Yanti, Petugas Lapangan Pusling YKAI, dihadapan anak-anak pada kegiatan storytelling di Rt.01/10 Kebon kacang (28/2).

Selanjutnya: Anak-anak Kebon Kacang Terlayani Pusling YKAI

 

Peduli Kasih Bersama Danamon

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

 

PT Bank Danamon melalui Corporate Social Responsibility (CSR)  Bank Danamon menyerahkan donasi berupa buku dan uang sejumlah Rp7.000.000,- (Tujuh juta rupiah) untuk anak-anak di Bali dan Sumatera Selatan.

Selanjutnya: Peduli Kasih Bersama Danamon

   

Konsultasi Anak Nasional 2014

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

 

Loncatan baru untuk Anak Indonesia pada awal tahun 2014, adalah mereka dapat berperan aktif dalam memberikan masukan pada rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Bappenas menggundang perwakilan anak-anak Indonesia dari 7 regional – Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua untuk memberikan masukan terhadap rancangan RPJMN 2015-2019.

Selanjutnya: Konsultasi Anak Nasional 2014

 

Saya yang Bertanggung Jawab

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

oleh: Hamid Patilima 

“Saya yang bertanggung jawab.” Kalimat ini tidak pernah terucap dan terdengar dari seorang pejabat di Indonesia. Mengapa? Sejak kecil anak-anak tidak pernah atau jarang terbiasa mendengarkan ucapan “Saya yang bertanggung jawab” atas kelalaian ini, baik itu dari orang tuanya maupun teman sebayanya. Sehingga jangan heran banyak pejabat, maupun orang tua, tidak terbiasa jujur dan secara lantang mengucapkan kata bertanggung jawab di depan publik, pada saat mereka  lalai dalam menjalankan peran dan tugasnya sebagai “Pejabat” maupun sebagai orang tua.

Selanjutnya: Saya yang Bertanggung Jawab

   

Halaman 5 dari 121