Selamat Datang di Web YKAI

PELUNCURAN EVALUASI PROYEK EMPOWER (2)

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Foto: PELUNCURAN EVALUASI AKHIR PELAKSANAAN PROYEK EMPOWER (2)  Proyek ini merupakan kerjasama antara IOM, UNFPA dan WHO dan bermitra dengan Gugus Tugas penegahan dan penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) 3 Tujuan proyek EMPOWER:   1. Memperkuat kebijakan dan kerangka kelembagaan untuk menangani penyebab dan akibat dari tindak pidana perdagangan orang 2. Meningkatkan respon peradilan kriminal atas tindak pidana perdagangan orang 3. Melindungi dan memberdayakan korban tindak pidana korban tindak pidana perdagangan orang 4. Mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang tingkat akar rumput.  Ada 35 kegiatan program selama 2 tahun.   Hasil evaluasi: 1. Relevansi. Perdagangan Orang memang penting untuk ditangani, khususnya untuk imigran gelap. Namun data sangat terbatas. Belum ada koordinasi yang baik antar organisasi yang penyelenggara program.  2. Efektivitas Penganggaran program belum ada di daerah terkait den gan adanya rencana aksi. Jadi masih harus terus diusahakan. Standar pelayanan minimum belum seluruhnya berjalan, hanya ditingkat awal saja  tidak tuntas. Kasus yang ditangani aparat sedikit, data juga belum banyak. Jaringan LSM sudah baik, dipercaya oleh korban, memiliki peran penting, namun memiliki anggaran yang terbatas. Gugus tugas belum terlalu efektif,  Penegakan hukum belum berjalan sebagaimana mestinya dan hasil yang dicapai belum banyak. Selain perempuan, sebenarnya  20% korban adalah laki-laki, tetapi tidak ditemui data, karena umumnya yang dianggap korban hanyalah perempuan. 3. Kapasitas kelembagaan Korban mendapat layanan antara lain dari puskesmas, sedangkan secara psikologi jarang dilakukan. Tentang pencegahan tidak terlihat, hanya sedikit saja kegiatan pencegahan. Dari segi penyadaran masyarakat ada peningkatan. Ada pengawasan oleh komunitas (community watch unit), yang baru terbentuk 6 bulan lalu, namun kalau tidak ada dana tidak berjalan sosialisasi yang dilakukan. 4. Anak sangat suka dengan modul yang disajikan, namun belum terintegrasikan dalam kurikulum sekolah, hanya tergantung pada individual yang tergerak untuk melakukan.  5. Dampak adanya program ini orang atau calon TKI menjadi bertanya-tanya tentang prosedur yang benar untuk bekerja, yang membuat calo menjadi 'gerah'. Terdapat penurunan kasus yang dilaporkan, tapi belum tentu kasus benar-benar turun. Bisa jadi karena masyarakat sudah tahu dan takut akan ancaman hukuman yang ada, jadi malas pelaporkan. Rencana aksi daerah sudah ada, tapi pwlaksanaannya terbatas. Bantuan bagi korban dan sistem rujukan sudah baik, tapi pembagian peran sangat terbatas. Keberlanjutan Data base dibutuhkan, alokasi anggaran, SOP, pengembangan kapasitas, jejaring, kurikulum dan community watch perlu terus diupayakan.  Untuk para penyelenggara dibutuhkan komunikasi yang baik, karena masih belum jelas siapa yang melakukan apa, bertanggungjawab pada siapa. Termasuk tindak lanjut pelatihan perlu dilakukan, termasuk monitoring dan pendokumentasian hal-hal yang telah dilakukan di lapangan. Dukungan yang terintegrasi sangat dibutuhkan.

Proyek ini merupakan kerjasama antara IOM, UNFPA dan WHO dan bermitra dengan Gugus Tugas penegahan dan penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) 3 Tujuan proyek EMPOWER: 

1. Memperkuat kebijakan dan kerangka kelembagaan untuk menangani penyebab dan akibat dari tindak pidana perdagangan orang
2. Meningkatkan respon peradilan kriminal atas tindak pidana perdagangan orang
3. Melindungi dan memberdayakan korban tindak pidana korban tindak pidana perdagangan orang
4. Mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang tingkat akar rumput.

Selanjutnya: PELUNCURAN EVALUASI PROYEK EMPOWER (2)

 

Para Bupati dan Walikota Berkomitmen Mewujudkan KLA

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

 

Badung - Meningkatkan komitmen pimpinan daerah tentang upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui pengembangan KLA, menyamakan persepsi tentang penguatan KLA tingkat kabupaten/kota, tukar pengalaman terbaik dalam mengembangkan KLA, dan mengetahui peluang, kendala, hambatan dan solusi dalam pengembangan KLA. Hal ini disampaikan oleh Linda Amalia Sari, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dihadapan peserta “Rapat Koodinasi Teknis Kabupaten/Kota Layak Anak” di Hotel Mercure Harvestland Kuta, Bali (29/10).

Selanjutnya: Para Bupati dan Walikota Berkomitmen Mewujudkan KLA

 

BERITA DUKACITA

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

                                                                                                                  

INNALILLAHI WA INNA ILAHI ROJIUN

Keluarga Besar Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI)

MENGUCAPKAN

TURUT BERDUKACITA YANG SEDALAM-DALAMNYA

ATAS MENINGGALNYA

Bapak WISAKSONO NOERADI

KETUA I YAYASAN KESEJAHTERAAN ANAK INDONESIA

Telah berpulang ke-Rahmatullah hari : Sabtu, 26 Oktober 2013 pukul 10.25 WIB

Semoga Almarhum diterima Amal Ibadahnya, Diampuni segala Kehilafannya dan dosanya

               Serta Dilipatgandakan Semua Amal Kebaikan oleh Allah SWT.    

   Dan Semoga Keluarga yang di tinggalkan mendapat ketabahan dan Kesabaran

Amin

 Foto Ykai.

   

Konferensi Legal Protection

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Foto                                                                                                                                           

 

 

Friend Our World

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Lengkapnya klik ke http://www2.friendourworld.org 

   

Halaman 4 dari 119