Selamat Datang di Web YKAI

Jambore Cinta Buku dan Ilmu

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

 

Komite Hak Anak PBB Mendengarkan Laporan Indonesia mengenai Pelaksanaan Konvensi Hak Anak Periode Ketiga dan Keempat

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Indonesia melaporkan pelaksanaan Konvensi Hak Anak periode ketiga dan keempat ke Komite Hak Anak di Jenewa, Swiss, 5 Juni 2014. Situasi penyampaian laporan dan tanya jawab dilaporkan melalui laman Office of the High Commissioner for Human Rights (6/6).

Linda Gumelar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai pemimpin delegasi melaporkan bahwa Indonesia memiliki populasi terbesar keempat di dunia, sekitar sepertiganya adalah anak-anak. 

Selanjutnya: Komite Hak Anak PBB Mendengarkan Laporan Indonesia mengenai Pelaksanaan Konvensi Hak Anak Periode Ketiga dan Keempat

 

Pelapor Nasional Perdagangan Orang Bertemu

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Bangkok - Majelis Umum PBB dalam Resolusi pada perdagangan orang, khususnya perempuan dan anak perempuan, termasuk Resolusi 63/144 dan A/RES/59/166 merekomendasikan bahwa Negara mempertimbangkan mendirikan atau memperkuat mekanisme koordinasi nasional, misalnya, pelapor nasional atau sebuah badan antar-lembaga untuk mendorong pertukaran informasi dan melaporkan data, akar penyebab, faktor-faktor dan tren dalam kekerasan terhadap perempuan, khusus perdagangan orang.

Selanjutnya: Pelapor Nasional Perdagangan Orang Bertemu

   

Membangun Resiliensi Anak Usia Dini

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Setiap orang tua mengharapkan anak yang memiliki resiliensi. Orang tua berharap anaknya dapat menghadapi semua tantangan kehidupan pada massa kini dan massa datang. Menurut Dr. Hamid Patilima bahwa untuk mendapatkan anak yang memiliki resiliensi, melalui suatu proses pendampingan oleh pendidik untuk mempersiapkan anak usia dini agar mampu menghadapi kerentanan dan tantangan, terhindar dari kemunduran, sehingga sukses dalam segala bidang kehidupan di masa depan.

Selanjutnya: Membangun Resiliensi Anak Usia Dini

 

Kendari Menuju Kota Layak Anak

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Pemerintah Kota Kendari menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kota kendari menuju Kota Layak Anak. Workshop menghadirkan Dr. Hamid Patilima sebagai narasumber menyampaikan materi tentang Penyusunan Rencana Aksi Daerah menuju Kota Layak Anak atau RAD KLA. RAD KLA berisikan berbagai program untuk menjawab 31 indikator Kota Layak Anak. Hamid menegaskan bahwa setiap SKPD, organisasi masyarakat, dan dunia usaha dapat memasukan program dan kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan.

Selanjutnya: Kendari Menuju Kota Layak Anak

   

Halaman 3 dari 121